Tidak semua perubahan akan membawa perbaikan, tapi tanpa perubahan
tidak akan pernah ada perbaikan. Untuk melakukan perubahan, diperlukan
keberanian
1. Ide Kewirausahaan
Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan
peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan
nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha. Dalam
mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha),
wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua resiko yang
mungkin terjadi dengan cara :
1. Mengurangi kemungkinan resiko melalui strategi yang proaktif
2. Menyebarkan resiko pada aspek yang paling mungkin
3. Mengelola resiko yang mendatangkan nilai atau manfaat
Ada tiga resiko yang dapat dievaluasi, yaitu :
1. Resiko pasar atau persaingan
2. Resiko financial
3. Resiko teknik
Kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide untuk menghasilkan barang
dan jasa baru. Ide bukanlah peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha
tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terus menerus.
Bagaimana ide bisa menjadi peluang? Jawaban atas pertanyaan ini,
diantaranya :
1. Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan caracara/
metode yang lebih baik untuk melayani dan memuaskan
pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya.
2. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru
IDE DAN PELUANG DALAM BERWIRAUSAHA 2
3. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi pekerjaan yang dilakukan
atau cara melakukan suatu pekerjaan
2. Sumber Peluang Potensial
Agar ide-ide potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausaha harus
bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus.
Proses penjaringan ide atau disebut screening merupakan suatu cara terbaik
untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. Adapun
langkah dalam penjaringan ide dapat dilakukan sebagai berikut ;
1. Menciptakan produk baru dan berbeda
2. Mengamati pintu peluang
3. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam
4. Menaksir biaya awal
5. Memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi
3. Orientasi Eksternal dan Internal
Keingintahuan dan minat pada apa yang terjadi di dunia merangsang
orientasi eksternal. Orientasi internal merangsang penggunaan sumber daya
- sumber daya pribadi untuk mengidentifikasi peluang venture baru.
Orientasi Eksternal didapat dari :
1. Konsumen
2. Perusahaan yang sudah ada
3. Saluran distribusi
4. Pemerintah
5. Penelitian dan Pengembangan
Orientasi Internal didapat dari :
Tiga Tahap penggunaan sumber daya – sumber daya internal yaitu :
IDE DAN PELUANG DALAM BERWIRAUSAHA 3
1. Analisa konsep hingga bisa terdefinisi dengan jelas, termasuk
penguraian masalah yang perlu dipecahkan
2. Penggunaan daya ingat untuk menemukan kesamaan dan unsur-unsur
yang nampaknya berhubungan dengan konsep dan masalahmasalahnya
3. Rekombinasi unsur-unsur tersebut dengan cara baru dan bermanfaat
untuk memecahkan masalah-masalah dan membuat konsep dasar bisa
dipraktekkan
Proses inovasi :
1. Wirausahawan melihat adanya kebutuhan
2. Mengumpulkan data dan mendefinisikan konsep-konsep
3. Menguraikan masalah-masalah
4. Menggunakan daya ingat untuk mencari kesamaan
5. Menemukan kesamaan dan gagasan yang berhubungan
6. Melihat bagaimana menggabungkan kesamaan dan gagasan yang
berhubungan
7. Mencari pemecahan sementara
8. Meneliti pemecahan dengan hati-hati
9. Bergerak terus jika semuanya baik
10. Mencapai keberhasilan
4. Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru :
Kebutuhan akan sumber penemuan
Membuat inovasi baru
Sesuai keahlian
Hobi atau kesenangan pribadi
Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar
Memanfaatkan koneksi dan relasi
Mengamati kecenderungan-kecenderungan
Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
IDE DAN PELUANG DALAM BERWIRAUSAHA 4
Mengapa tidak terdapat ?
Kegunaan lain dari barang-barang biasa
Pemanfaat produk dari perusahaan lain
Usaha Warisan
Ikut-ikutan
Coba-coba
5. Pemilihan Bidang Usaha
Ada beberapa hal yang bisa Anda gunakan sebagai patokan awal dalam
memilih suatu bidang usaha yang akan Anda tekuni dalam jangka panjang:
1. Lihat karakter usaha Anda dan sesuaikan dengan karakter pribadi Anda
Anda perlu mengenali karakter bidang usaha Anda. Tujuannya adalah untuk
melihat apakah karakter dasar Anda sesuai dengan karakter usaha Anda.
2. Lihat apakah Anda menyukai usaha tersebut
Merupakan syarat mutlak bahwa seseorang harus menyukai usaha yang
akan digelutinya. Kenyataan menunjukkan bahwa rasa suka pada usaha
akan membuat seseorang lebih giat, tekun, dan pantang menyerah dalam
menjalankannya sehingga nantinya akan membuahkan hasil yang baik.
Disini, memulai usaha dari hobi bisa menjadi pertimbangan Anda. Karena
hobi biasanya merupakan suatu hal yang disukai, maka hobi bisa berpotensi
menjadi usaha yang berhasil. Tentunya dengan berbagai tambahan analisa
lainnya.
3. Lihat apakah Anda mampu menjalankan usaha tersebut
Sangat penting bagi kita untuk mengukur kemampuan diri dengan tujuan
untuk melihat apakah kita mampu menjalankan usaha tersebut. Kita bisa
mengukur kemampuan kita dengan mengadakan beberapa analisa atau
riset sederhana mengenai usaha tersebut, kemudian hasilnya dibandingkan
IDE DAN PELUANG DALAM BERWIRAUSAHA 5
dengan kemampuan kita. Beberapa poin dalam analisa atau riset yang bisa
dijadikan ukuran kemampuan kita adalah :
Kemampuan modal usaha kita
Kemampuan dalam hal keahlian kita
Kemampuan kita membagi waktu (terutama bagi Anda yang masih
kuliah)
Kemampuan kita untuk mengimbangi dinamika dunia usaha sekaligus
mengantisipasi persaingan yang ketat
Dan lain-lain
4. Analisis risk-return dan potensi pengembangan usaha tersebut
Dalam memilih bidang usaha yang Anda geluti, sudah pasti Anda harus
memperhitungkan berapa pengembalian modal (return) yang akan Anda
dapatkan dari usaha tersebut. Hasil perhitungan tersebut haruslah
dibandingkan dengan ririko-risiko yang mungkin terjadi. Jika dari perhitungan
awal saja, usaha tersebut sudah nampak tidak layak dijalankan, buat apa
Anda memaksakan diri? Hal lain yang perlu dilihat adalah kemungkinan
bidang usaha tersebut untuk terus berkembang baik dari segi besaran pasar
maupun kemungkinan terciptanya cabang-cabang bidang usaha yang
saling berkaitan. Contohnya tumbuhnya industri ponsel mendorong
banyaknya toko ponsel, aksesoris ponsel, kios voucher isi ulang, download
ringtone dan sebagainya. Hati-hati jika Anda memilih bidang usaha yang
meskipun Anda kuasai betul, namun sudah tampak jenuh atau cenderung
menyusut pasarnya. Bisa-bisa usaha Anda akan sulit berkembang nantinya.
6. Proses Perencanaan dan Pengembangan Produk :
• Tahap Gagasan
• Tahap Konsep
• Tahap Pengembangan Produk
IDE DAN PELUANG DALAM BERWIRAUSAHA 6
• Tahap Uji Pemasaran
• Tahap Komersialisasi
•
•
Tahap-tahap pendirian usaha
7. Produk Yang Sesuai Untuk Perusahaan Kecil
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan kecil untuk
penciptaan suatu produk :
Untuk pemilihan produk, perusahaan harus memperhatikan pada
sumber daya uang, tenaga kerja dan fasilitas yang dimiliki.
Pemilihan segmen pasar yang memungkinkan.
Untuk produk atau proses yang disuplai kepada perusahaan lain
hendaknya sangat kecil volumenya sehingga tidak menarik minat para
pelanggannya untuk memproduksinya sendiri.
Tingginya nilai tambah. Keuntungan harus lebih besar dari biaya.
Rentang waktu yang diperlukan untuk penyelesaian produk atau proses.
8. Arti Penting Orientasi Pemasaran
Penyebab gagalnya bisnis kecil adalah kurangnya penjualan dan
kurangnya daya saing
Wirausahawan harus berorientasi konsumen
9. Kegagalan Didalam Memilih Peluang Bisnis Baru
Kurangnya obyektivitas
Kurangnya kedekatan dengan pasar
Pemahaman kebutuhan teknis yang tidak memadai
Diabaikannya kebutuhan finansial
Kurangnya diferensiasi produk
Gagas
an
Kelayakan
Pelaksanaa
Prestasi
IDE DAN PELUANG DALAM BERWIRAUSAHA 7
Pemahaman terhadap masalah-masalah hukum yang tidak memadai
Peluncuran usaha baru
Yang harus dilakukan oleh wirausahawan adalah :
• Mempertahankan sikap obyektivitas dan selalu mencari gagasan bagi
produk atau jasa
• Dekat dengan segmen pasar yang ingin dimasuki
• Memahami persyaratan teknis dari produk atau proses
• Menelusuri secara mendetail kebutuhan finansial bagi pengembangan
dan produksi
• Mengetahui kendala hukum yang diterapkan pada produk atau jasa
• Menjamin bahwa produk atau jasa menawarkan keuntungan tertentu
yang membedakannya dari pesaing
• Melindungi gagasan kreatif melalui hak paten, hak cipta, merek
dagang dan merek jasa
Bahan ini disadur dan disarikan dari:
Masykur Wiratmo, 1994, Kewirausahaan: Seri diktat kuliah, Gunadarma,
Jakarta.
Mas’ud ; Mahmud Machfoedz, 2004, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.
Winardi, 2003, Entrepreneur & Entrepreneurship, Kencana, Jakarta.
Rambat Lupiyoadi, 2007, Entrepreneurship: From mindset to strategy,
Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Suryana, Kewirausahaan, 2006, Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju
Sukses, Salemba Empat
Disini saya menulis semua hal yang berkaitan dengan hidup saya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan saya.
Minggu, 28 April 2013
The Secret
The Secret yang merupakan film penguasaan diri (self-help), memakai format dokumenter untuk menjelaskan "Hukum Tarik-menarik". Hukum ini adalah "rahasia" sesungguhnya, seperti yang tertulis di sampulnya, "has traveled through centuries to reach you" ("telah mengarungi waktu berabad-abad untuk mencapai anda"). Film ini mendokumentasikan pengalaman-pengalaman nyata dan wawancara dengan tim dari spesialis transformasi diri, pembawa pesan spiritual, ahli feng sui, serta pencipta uang (moneymaking experts). Seperti yang digambarkan dalam film, prinsip "Hukum Tarik-menarik" membuat perasaan dan pikiran seseorang menjadi nyata dalam kehidupan mereka; semesta bekerja di antara manusia dalam hubungan fisik, emosi, dan pekerjaan sehari-hari. Film ini juga memiliki anggapan bahwa orang-orang yang punya kekuasaan kuat umumnya cenderung menyembunyikan prinsip ini dari orang banyak.
Film ini mendokumentasikan para ahli dan profesional dalam bidang-bidang fisika kuantum, psikologi, metafisika,pelatihan (coaching), teologi, filosofi, keuangan, feng sui, kedokteran, dan pengembangan diri.
Para ahli yang difokuskan dalam "Hukum Tarik-menarik" dan diwawancarai dalam film, telah muncul dalam banyak program televisi Amerika Serikat yang terkenal. Diantaranya: John Assaraf, Dr. Rev. Michael Beckwith, Dr. John Demartini, Bob Proctor, Jack Canfield, James Arthur Ray, Dr. Joe Vitale, Lisa Nichols, Marie Diamond, dan Dr. John Gray. Ahli lain yang terlibat dalam film dan berbicara tentang kepercayaan kuat mereka tentang Hukum Tarik-menarik adalah Esther Hicks(original edition only), Mike Dooley, Bob Doyle, David Schirmer, dan Marci Shimoff.
Ada juga beberapa ahli lain yang menyebutkan (menyuarakan) hal yang sama namun tidak menyebutkan secara langsung tentang Hukum Tarik menarik seperti: Lee Brower, Hale Dwoskin, Cathy Goodman, Morris E. Goodman, Dr. John Hagelin, Bill Harris, Dr. Ben Johnson, Loral Langemeier, Dr. Denis Waitley, Neale Donald Walsch, dan Dr. Fred Alan Wolf. Kontroversi kekuatan dari Hukum Tarik Menarik ini terus menjadi perdebatan sepanjang waktu, ditambah lagi dengan tragedi dan kecelakaan yang terjadi dalam acararetreat seminar salah seorang guru The Secret, James Arthur Ray, pada tanggal 9 Oktober 2009 yang lalu.
Film ini juga memasukkan kata-kata kutipan (quotes) dari beberapa tokoh terkenal dalam sejarah yang diklaim film ini sebagai "guru dari The Secret". Rhonda Byrne, yang juga sebagai narator dalam film mengatakan "I can't believe all the people who knew this; they were the greatest people in history" ("Aku tidak percaya orang-orang yang mengetahui rahasia ini; mereka adalah orang-orang besar dalam sejarah"), ia menunjukkan bahwa mereka adalah "guru-guru The Secret masa lalu." Mereka ini termasuk: Hermes Trismegistus, Buddha, Aristotle, W. Clement Stone, Plato, Isaac Newton, Martin Luther King, Carl Jung,Victor Hugo, Henry Ford, Ralph Waldo Emerson, Thomas Edison, Albert Einstein, Robert Collier, Winston Churchill, Andrew Carnegie, Joseph Campbell, Alexander Graham Bell, dan Ludwig van Beethoven
Film ini mendokumentasikan para ahli dan profesional dalam bidang-bidang fisika kuantum, psikologi, metafisika,pelatihan (coaching), teologi, filosofi, keuangan, feng sui, kedokteran, dan pengembangan diri.
Para ahli yang difokuskan dalam "Hukum Tarik-menarik" dan diwawancarai dalam film, telah muncul dalam banyak program televisi Amerika Serikat yang terkenal. Diantaranya: John Assaraf, Dr. Rev. Michael Beckwith, Dr. John Demartini, Bob Proctor, Jack Canfield, James Arthur Ray, Dr. Joe Vitale, Lisa Nichols, Marie Diamond, dan Dr. John Gray. Ahli lain yang terlibat dalam film dan berbicara tentang kepercayaan kuat mereka tentang Hukum Tarik-menarik adalah Esther Hicks(original edition only), Mike Dooley, Bob Doyle, David Schirmer, dan Marci Shimoff.
Ada juga beberapa ahli lain yang menyebutkan (menyuarakan) hal yang sama namun tidak menyebutkan secara langsung tentang Hukum Tarik menarik seperti: Lee Brower, Hale Dwoskin, Cathy Goodman, Morris E. Goodman, Dr. John Hagelin, Bill Harris, Dr. Ben Johnson, Loral Langemeier, Dr. Denis Waitley, Neale Donald Walsch, dan Dr. Fred Alan Wolf. Kontroversi kekuatan dari Hukum Tarik Menarik ini terus menjadi perdebatan sepanjang waktu, ditambah lagi dengan tragedi dan kecelakaan yang terjadi dalam acararetreat seminar salah seorang guru The Secret, James Arthur Ray, pada tanggal 9 Oktober 2009 yang lalu.
Film ini juga memasukkan kata-kata kutipan (quotes) dari beberapa tokoh terkenal dalam sejarah yang diklaim film ini sebagai "guru dari The Secret". Rhonda Byrne, yang juga sebagai narator dalam film mengatakan "I can't believe all the people who knew this; they were the greatest people in history" ("Aku tidak percaya orang-orang yang mengetahui rahasia ini; mereka adalah orang-orang besar dalam sejarah"), ia menunjukkan bahwa mereka adalah "guru-guru The Secret masa lalu." Mereka ini termasuk: Hermes Trismegistus, Buddha, Aristotle, W. Clement Stone, Plato, Isaac Newton, Martin Luther King, Carl Jung,Victor Hugo, Henry Ford, Ralph Waldo Emerson, Thomas Edison, Albert Einstein, Robert Collier, Winston Churchill, Andrew Carnegie, Joseph Campbell, Alexander Graham Bell, dan Ludwig van Beethoven
Senin, 21 Januari 2013
Sosial-budaya Indonesia di era globalisasi
NAMA: DANU DWIKARYA
NPM: 11611741
KELAS: 2SA02
Sosial-Budaya Indonesia di era globalisasi
Di era globalisasi seperti sekarang ini,
sudut-sudut dunia seakan-akan sangat dekat di kehidupan kita sehari-hari.
Informasi dari sudut dunia manapun sangat mudah untuk kita ketahui. Akibatnya
tanpa disadari difusi atau persebaran ide-ide, baik berupa sistem sosial
ataupun budaya dari luar masuk ataupun masyarakat luar menyebar dan mungkin
ikut terinternalisasi dalam kehidupan suatu masyarakat regional tertentu,
seperti masyarakat suatu negara. Persebaran ide-ide tersebut, makin intens
karena didukung oleh kemajuan teknologi informasi dan para penyedia informasi
yang berlomba-lomba menginovasi diri sebagai penyedia jasa pemberi informasi.
Pengaruh yang kompleks tersebut, sudah pasti mempengaruhi kehidupan masyarakat
/ bangsa suatu negara, tak terkecuali masyarakat dan bangsa Indonesia.
Akhir-akhir ini, sungguh sangat
disayangkan sebagaimana yang kita rasakan, baca, dengar, dan lihat, fenomena
kebangsaan Indonesia begitu sangat memprihatinkan. Gejala-gejala negatif dan
destruktif menjadi gambaran sehari-hari dari fenomena kebangsaan kita sekarang.
Fenomena atau gejala destruktif ini seakan-akan “telah membudaya”. Fenomena
tersebut hampir (nyaris) melingkupi seluruh tatanan dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara serta digawangi oleh hampir (nyaris) seluruh lapisan masyarakat
Indonesia, terutama mereka para petinggi yang seharusnya dapat menjadi figur
atau contoh teladan bagi masyarakat Indonesia.
Sebenarnya pertanyaan yang perlu kita
ajukan yaitu, benarkah globalisasi menggerus sistem sosial budaya Indonesia?
Ataukah kita sendiri yang secara sukarela “melepaskan begitu saja” sistem
sosial budaya Indonesia? Atau apakah kita sebagai generasi muda Indonesia tidak
mampu menginterpretasikan gagasan para pendiri bangsa (empat pilar kebangsaan)
Indonesia tersebut dalam era globalisasi? Atau memang generasi sekarang acuh
tak acuh sehingga untuk hal kecil saja dalam upaya pelestarian sistem sosial
budaya Indonesia harus menunggu dan diarahkan oleh generasi tua “terdahulu? Ataukah
ini merupakan fenomena sosial sebagai dampak dari ketidaksuksesan pendidikan
dan dampak dari frustrasi ekonomi, sosial dan politik masyarakat Indonesia?
Tentu dalam pemecahan masalah tersebut
haruslah kita lihat dari berbagai sudut pandang secara komprehensif. Masalah
tersebut mengacu pada karakter bangsa. Pilar-pilar bangsa menjadi fungsi
kebudayaan yang mengikat kebangsaan secara keseluruhan. Runtuhnya
pilar-pilar disebabkan penetrasi budaya terutama arus
globalisasi yang begitu hebat dan lebih pragmatis sehingga bisa menimbulkan
konflik.
Sebenarnya pemecahan masalah tersebut
tidak hanya berkenaan dengan mempatenkan budaya Indonesia, tetapi haruslah kita
cari bagaimana sistem sosial budaya tersebut mampu atau dapat menjadi sesuatu
yang sakral sehingga sebagaimana yang dikatakan oleh Emile Durkheim sistem
sosial budaya tersebut mampu menimbulkan solidaritas, integrasi dan rasa
memiliki terhadap sistem sosial budaya tersebut sehingga dirasakan adanya rasa
ketergantungan dan rasa memiliki anggota-anggota dari masyarakat terhadap ke
sakralkan tersebut. Ini bergayut pada keharusan kita melaukukan “ritual” dari
sistem sosial budaya tersebut sebagai suatu yang sakral, menciptakan
ketergantungan dan solidaritas sosial.
Sebenarnya teori tersebut merupakan teori dari
Emile Durkheim mengenai keberlanjutan suatu agama. Saya sangat terinspirasi
dengan pembelajaran sosiologi agama, termasuk teori-teori para sosiolog
dalam sosiologi agama.
Sistem sosial budaya itu dapat diibaratkan
suatu agama, jika tidak dilakukan dapat menimbulkan rasa bersalah bagi
pemeluknya dan mempengaruhi si pemeluk dalam dinamika sosial kemasyarakatan.
Kesakralan dan ritual tersebut baru berarti apabila diakui oleh anggota
masyarakat lain, begitu pula sistem sosial budaya Indonesia.
Perlu juga kita sadari dan lakukan, bahwa
dalam pelestarian sistem sosial budaya Indonesia itu perlulah dilakukan proses pilih-pilih-buang. Dalam artian membuang
atau menghapuskan nilai atau norma dalam sistem sosial budaya Indonesia yang
menghambat pembangunan, pemberdayaan dan mempengaruhi keterbelakangan
mentalitas bangsa dan negara Indonesia, sebagaimana yang dilakukan secara
berani oleh Bangsa Jepang demi kemajuan bangsa dan negaranya. Ini dapat
memperkokoh dan memperkuat keyakinan kebangsaan dan bernegara karena secara
nyata inilah yang disebut sebagai kesadaran sosial dalam upaya mengukuhkan dan
memperkuat eksistensi masyarakat Indonesia. Selain itu, terus menerus untuk
melaksanakan tradisi yang mendukung kemajuan bangsa seperti hidup sederhana,
hemat, gotong-royong dan tolong menolong dalam kebenaran.
Kita tidak memiliki strategi kebudayaan
sehingga permasalahan pokok pun mudah saja mengobati. Ke depannya harus
ada strategi kebudayaan. Kita belum mempunyai kebudayaan
komprehensif yang mengakibatkan nilai-nilai luhur tidak ada. Maka sangat
penting dan sungguh merupakan hal yag urgen (mendesak) untuk menerapkan
strategi efektif internalisasi budaya dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Dan akhirnya sikap dan perilaku optimis dan optimisme untuk menjadi lebih baik
untuk bangsa dan negara Indonesia dapat menjadi pemacu individu dan kelompok
dari keberagaman bangsa Indonesia untuk mewujudkan Bangsa dan Negara Indonesia
yang maju, adil dan beradab di hadapan dunia dan terutama di hadapan Tuhan Yang
Maha Esa.
Source: http://sosbud.kompasiana.com/2012/06/19/sistem-sosial-budaya-indonesia-di-era-globalisasi-470839.html
Sabtu, 24 November 2012
PENGENDALIAN DIRI
PENGENDALIAN DIRI
NAMA : DANU DWIKARYA
NPM : 11611741
KELAS : 2SA02
BAB I
LATAR BELAKANG DAN TUJUAN
LATAR BELAKANG
-
Mengetahui bagaimana cara mengendalikan diri
yang baik dan benar.
-
Mengetahui pengertian dari pengendalian diri itu
sendiri.
-
Mengetahui jenis-jenis dari pengendalian diri
dan menerapkannya.
TUJUAN
Agar kita sebagai manusia dapat
mengendalikan diri kita disaat sedang dipancing emosinya dan jangan sampai diri
kita dikendalikan oleh emosi
BAB II
PEMBAHASAN
PENGENDALIAN DIRI
Mengendalikan diri kita sendiri sebenarnya tidak sulit. Apabila tidak
bisa mengendalikan emosi pada diri anda, kemungkinan perilaku anda pun
berantakan, dan hal ini akan berdampak negatif untuk anda. Tapi emosi seperti
itu pasti bisa anda kontrol. Maka dari
itu, kita harus tahu apa itu pengendalian diri dan cara apa saja agar kita bisa
mengendalikan diri kita sendiri.
Pengendalian diri merupakan suatu keinginan dan kemampuan dalam
menggapai kehidupan yang selaras, serasi dan seimbang pada hak dan kewajibannya
sebagai individu dalam kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Mengontrol
diri kita sendiri sebenarnya tidak sulit. Apabila Apabila tidak bisa mengontrol
emosi pada diri anda, kemungkinan perilaku anda pun berantakan, dan hal ini
akan berdampak negatif untuk anda. Tapi emosi seperti itu pasti bisa anda
kontrol.
Pengertian
Serasi, Selaras Dan Seimbang Dalam Pengendalian Diri :
-
Serasi adalah kesesuaian / kesamaan antar semua
unsur pendukung agar menghasilkan keterpaduan yang utuh.
-
Seimbang adalah jumlah yang sama besar antara
hak dan kewajiban.
-
Selaras adalah suatu hubungan baik yang dapat
menciptakan ketentraman lahir dan batin.
Di dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari terdapat nilai dan norma
yang berlaku secara umum serta harus kita hormati dan jalankan sebagai warga
masyarakat yang baik. Hukum pun ada untuk mengatur warga masyarakatnya secara
paksa untuk mengendalikan setiap manusia yang ada di masyarakat tersebut.
Contoh
Sikap Dan Perilaku Pengendalian Diri :
1. Dalam
Keluarga
-
Hidup sederhana dan tidak suka pamer harta
kekayaan dan kelebihannya.
-
Tidak mengganggu ketentraman anggota keluarga
lain.
-
Tunduk dan taat terhadap aturan serta perintah
orang tua.
2. Dalam
Masyarakat
-
Mencari sahabat sebanyak-banyaknya dan membenci
permusuhan
-
Saling menghormati dan menghargai orang lain
-
Mengutamakan kepentingan bersama daripada
kepentingan pribadi
-
Mengikuti segara aturan yang berlaku dalam
masyarakat
3. Dalam
Lingkungan Sekolah Dan Kampus
-
Patuh dan taat pada peraturan di sekolah
-
Menghormati dan menghargai teman, guru,
karyawan, dll
-
Berani mengatakan tidak pada ajakan dan paksaan
tawuran pelajar / tawuran mahasiswa serta perbuatan tercela
-
Hidup penuh kesederhanaan, tidak sombong dan
gengsian
Lima
jenis pengendalian diri :
1.
Pengendalian diri melalui kemoralan
(Sila-samvara)
berarti
mengontrol kata-kata dan perbuatan sesuai dengan peraturan atau disiplin
masyarakat atau berkelompok.
2.
Pengendalian diri melalui perhatian
(Sati-samvara)
berarti
sadar, tidak dibawa oleh keserakahan atau kebencian pada saat melihat,
mendengar, mencium, mengecap, menyentuh atau berpikir. Sadar sebelum dan
sewaktu berpikir, berbicara dan
berbuat,
tidak lengah dalam saat-saat apapun, adalah segi lain dari pengendalian melalui
perhatian.
3.
Pengendalian diri melalui pandangan terang
(Nana-samvara)
berarti
merenungkan hakekat dari empat kebutuhan-kebutuhan hidup (pakaian, makanan,
tempat tinggal, obat-obatan) dan tujuan sesungguhnya dalam menggunakan mereka,
tidak terseret oleh keinginan serakah. Menggunakan atau menempatkan pandangan
terang yang telah dicapai sewaktu berhubungan dengan orang-orang atau sewaktu
menghadapi persoalan adalah arti dari bentuk pengendalian diri ini juga.
4.
Pengendalian diri melalui kesadaran
(khanti-samvara)
Memiliki kesabaran pada saat menghadapi
kelaparan, sakit, kesukaran-kesukaran, gangguan-gangguan (seperti
gangguan-gangguan dari serangga-serangga) hinaan-hinaan dan
pengalaman-pengalaman lain yang tidak menyenangkan adalah arti yang dimaksudkan
dengan pengendalian diri melalui kesabaran.
5.
Pengendalian diri melalui usaha atau semangat
(Viriya-samvara)
Pengendalian
diri melalui usaha berarti menghilangkan pikiran-pikiran jahat. Itu dapat juga
ditujukan pada empat rangkaian praktek usaha-usaha : memupuk kebaikan yang
telah ada, mengembangkan kebaikan baru yang belum dimiliki, meninggalkan
keburukan yang telah dimiliki dan mencegah timbulnya keburukan-keburukan baru.
Lima Jurus
/ Tips Pengendalian Diri
-
Jurus pertama adalah mengendalikan diri dengan
menggunakan prinsip kemoralan. Setiap agama pasti mengajarkan kemoralan,
misalnya tidak mencuri, tidak membunuh, tidak menipu, tidak berbohong, tidak
mabuk-mabukan, tidak melakukan tindakan asusila. Saat ada dorongan hati untuk
melakukan sesuatu yang negatif, coba larikan ke rambu-rambu kemoralan. Apakah
yang kita lakukan ini sejalan atau bertentangan dengan nilai-nilai moral dan
agama? Misalnya kita mendapat kesempatan untuk mendapat untung dengan cara yang
tidak wajar. Bahasa yang lebih langsung adalah kesempatan untuk korupsi. Saat
terjadi konflik diri antara ya atau tidak, mau melakukan atau tidak, kita dapat
mengacu pada prinsip moral di atas. Agama mengajarkan kita untuk tidak mencuri
atau mengambil barang yang bukan milik kita, tanpa seijin pemiliknya. Kalau
kita teguh dengan prinsip moral ini maka kita tidak akan mau korupsi. Korupsi
itu dosa. Korupsi itu karma buruk. Bisa masuk neraka, lho.
-
Jurus kedua pengendalian diri adalah dengan
menggunakan kesadaran. Kita sadar saat suatu bentuk pikiran atau perasaan yang
negatif muncul. Pada umumnya orang tidak mampu menangkap pikiran atau perasaan
yang muncul. Dengan demikian mereka langsung lumpuh dan dikuasai oleh pikiran
dan perasaan mereka. Misalnya, seseorang menghina atau menyinggung kita. Kita
marah. Nah, kalau kita tidak sadar atau waspada maka saat emosi marah ini
muncul, dengan begitu cepat, tiba-tiba kita sudah dikuasai kemarahan ini. Jika
kesadaran diri kita bagus maka kita akan tahu saat emosi marah ini muncul. Kita
akan tahu saat emosi ini mulai mencengkeram dan menguasai diri kita. Kita tahu
saat kita akan melakukan tindakan ”bodoh” yang seharusnya tidak kita lakukan. Saat
kita berhasil mengamati emosi maka kita dapat langsung menghentikan
pengaruhnya. Kalau masih belum bisa atau dirasa berat sekali untuk
mengendalikan diri, larikan pikiran kita pada prinsip moral. Biasanya kita akan
lebih mampu mengendalikan diri.
-
Lakukan jurus ketiga yaitu dengan perenungan.
Saat kita sudah benar-benar tidak tahan, mau ”meledak” karena dikuasai emosi,
saat kita mau marah besar, coba lakukan perenungan. Tanyakan pada diri sendiri
pertanyaan, misalnya: Apa sih untungnya saya marah? Apakah benar reaksi saya
seperti ini? Mengapa saya marah ya? Apakah alasan saya marah ini sudah benar? Kalau
saya marah dan sampai melakukan tindakan yang ”bodoh”, nanti reputasi saya
rusak, kan saya yang rugi sendiri. Dengan melakukan perenungan kerap kali maka
kita akan mampu mengendalikan diri. Prinsip kerjanya sebenarnya sederhana. Saat
emosi aktif maka logika kita nggak akan jalan. Demikian pula sebaliknya. Jadi,
saat kita melakukan perenungan atau berpikir secara mendalam maka kadar
kekuatan emosi atau keinginan kita akan menurun.
-
Jurus keempat pengendalian diri adalah dengan
menggunakan kesabaran. Emosi naik, turun, timbul, tenggelam, datang, dan pergi
seperti halnya pikiran. Saat emosi bergejolak sadari bahwa ini hanya sementara.
Usahakan tidak larut dalam emosi. Gunakan kesabaran, tunggu sampai emosi ini
surut, baru berpikir untuk menentukan respon yang bijaksana dan bertanggung
jawab. Oh ya, tahukah Anda bahwa kata bertanggung jawab itu dalam bahasa
Inggris adalah responsibility, yang bila kita pecah menjadi response-ability
atau kemampuan memberikan respon?
-
Jurus kelima yaitu menyibukkan diri dengan
pikiran atau aktivitas yang positif. Pikiran hanya bisa memikirkan satu hal
dalam suatu saat. Ibarat layar bioskop, film yang ditampilkan hanya bisa satu
film dalam suatu saat. Nah, film yang muncul di layar pikiran inilah yang
mempengaruhi emosi dan persepsi kita. Saat kita berhasil memaksa diri
memikirkan hanya hal-hal yang positif maka film di layar pikiran kita juga
berubah. Dengan demikian pengaruh dari keinginan atau suatu emosi akan mereda.
Pengendalian Diri Dalam Panca Yama Brata
Panca yama brata adalah lima
macam pengendalian diri tingkat pertama untuk mencapai kesempurnaan dan
kesucian jasmani. Panca yama brata harus dilakukan paling awal, karena setelah
terbebas dari perbuatan-perbuatan yang kotor akan mampu membuat pikiran dan
hati menjadi suci. Dengan kesucian pikiran dan hati terbebas dari beban
perbuatan kotor yang dilakukan oleh badan jasmani akan mampu menenangkan
pikiran dan pemusatan pikiran pun akan dapat dilakukan untuk melaksanakan
kesucian bathin.
Bagian-bagian
panca yama brata yang diuraikan dalam silakrama adalah Ahimsa, Brahmacari,
Satya, Awyawahara/awyawaharika, dan Astainya/asteya. Berikut ini akan
dijelaskan dari masing-masing bagian tersebut.
1. Ahimsa
Kata ahimsa sudah tidak asing
lagi didengar dalam masyarakat. Ahimsa
berarti tidak membunuh ataupun menyakiti. Menurut ahimsa mengajarkan untuk tidak melakukan perbuatan, perkataan, dan
pikiran yang dapat menyakiti orang ataupun mahluk lainnya. Melakukan perbuatan
seperti menyakiti sangat dilarang oleh Agama Hindu. Apabila perbuatan.
Perkataan, ataupun pikiran yang menyakitkan itu dilakukan tentunya akan terus
membekas dalam alam pikiran yang akan membuat sipelaku selalu dalam keadaan
bingung dan gelisah. Dengan keadaan seperti itu maka suatu ketenang pikiran
tidak akan bisa tercapai.
Pembunuhan dapat dilakukan bila tidak didasari oleh dorongan nafsu dan
indria, tetapi didasarkan pada sastra. Dalam sastra terdapat pengecualian bahwa
pembunuhan itu dapat dilakukan, yaitu :
1. Dewa puja : yaitu
pembunuhan dibenarkan untuk tujuan yajna
atau dipersembahkan kepada tuhan;
2. Untuk kepentingan dharma;
3. Atiti puja : yaitu untuk diberikan kepada tamu;
4. Menjalankan swadharma kehidupan rumah tangga;
5. Untuk kesehatan;
6. Melindungi diri dari
segala ancaman pembunuhan;
7. Tidak dilatar belakangi
oleh sad ripu.
Tujuh bentuk
pengecualian tersebut duiraikan dalam sila
kramaning aguron-guron (wrespati tattwa). Namun sebelum melakukan suatu
pembunuhan terlebih dahulu melakukan upacara. Seperti di bali dikenal yang namanya
mapapada yaitu memberikan doa terhadap binatang yang akan dijadikan
persembahan. Upacara mapapada
dilakukan pada binatang yang berkaki empat seperti babi, sapid an lain-lain.
2. Brahmacari
Brahmacari merupakan masa menuntut ilmu.
Tahapan hidup dengan tahapan belajar dibedakan atas dua masa yaitu :
1. Brahmacari
saat usia lajang atau belum menikah;
2. Brahmacari pada masa berumah tangga.
Pada
brahmacari yang memiliki pengertian pertama tersebut adalah masa menuntut
ataupun masa belajar dari guru dan sastra agama. Pada masa ini harus
benar-benar belajar tanpa menghiraukan kehidupan duniawi, dalam artian bahwa
pada masa ini kita harus mampu mengendalikan diri dari segala godaan nafsu
dunia agar konsentrasi dalam belajar dapat tercapai.
3. Satya
Satya berarti setia,
kejujuran, dan kebenaran. Satya ini
harus dipelajari dan dilaksanakan khususnya bagi seorang calon diksa agar
setelah natinya menjadi pandita dapat
menjadi tauladan atau panutan bagi umatnya. Ajaran tentang kesetiaan, kejujuran
dan menjaga suatu kebenaran akan dapat dilakukan setelah terbiasa. Jadi sebelum
menjadi seorang pandita maka terlebih
dahulu harus membiasakan diri untuk menjalankan ajaran satya.
Ajaran satya ini dapat dibagi menjadi lima yang
disebut dengan panca satya, yaitu:
1. Satya laksana ; yaitu setia pada perbuatan. Hidup sebagai manusia
yang dipengaruhi oleh triguna maka
seringkali manusia tidak mengakui apa yang telah ia lakukan. Dalam satya laksana yang dipentingkan adalah
bagaimana manusia mampu bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. Maka
berani berbuat harus berani bertanggung jawab. Manusia juga harus jujur dan
selalu melakukan perbuatan yang berdasarkan pada ajaran dharma. Segala bentuk
perbuatan yang adharma harus bisa
dikendalikan dengan menumbuhkan sifat satwam didalam diri.
2. Satya mitra : yaitu setia terhadap sahabat. Artinya dalam mencari
sahabat hendaknya didasari atas kejujuran. Dewasa ini kebanyakan manusia dalam
mencari teman hanya untuk kepentingan sendiri. Hal ini dikarenakan manusia
hanya ingin mencari keuntungan dalam pertemanan sehingga ketika pada waktunya
teman atau sahabat itu tidak memberikan suatu keuntungan maka ia akan
meninggalkan temannya. Sikap inilah yang harus dikendalikan dan dihindari,
karena tidak ada harta yang lebih berarti dari sahabat.
3. Satya wacana : yaitu setia terhadap kata-kata. Artinya manusia
harus berbicara jujur, apa adanya dan sesuai dengan kebenaran. Kita harus mampu
menghindari dan mengendalikan diri dari perkataan yang tidak benar, palsu ataupun
memfitnah. Karena fitnah lebih kejam dari pembunuhan.
4. Satya semaya : yaitu setia terhadap janji. Seringkali dalam
kehidupan ini manusia memberikan janji-janji palsu dan ini sering dilakukan
oleh calon wakil rakyat ataupun pemimpin. Ini harus dihindari, karena sekali
berbohong akan menimbulkan kebohongan yang lain. Tidak mampu menepati janji
akan selalu membawa kegelisahan dalam hati dan pikiran sehingga ketenangan yang
diharapkan pun tidak dapat dicapai.
5. Satya hredaya : yaitu setia pada kata hati. Seringkali kita dalam
melakukan dan berkata bertentangan dengan kata hati. Pikiran yang tidak benar
atau negative thinking harus dihindari. Karena pikiran yang tidak baik akan
mendorong manusia untuk berkata dan berbuat yang bertentangan dengan dharma.
4. Awyawahara
Awyawahara berarti tidak
terikat pada kehidupan duniawi (tan
awiwada). Dalam kehidupan ini harus mampu mengendalikan indria dari obyek
duniawi. Karena bila indria yang mengendalikan manusia maka ia akan terjerumus
dalam kesengsaraan. Kesengsaraan itu timbul dari dalam diri manusia yang tidak
pernah merasa puas terhadap hal-hal yang bersifat duniawi. Ketertarikan
terhadap benda duniawi akan membuat manusia selalu tenggelam dalam awidya.
Setelah menjadi seorang pandita, maka yang bersangkutan tidak
dibenarkan melakukan kegiatan jual beli dengan tedensi keuntungan yang
berlipat-lipat, simpan pinjam (rna rni)
dan memperlihatkan kepandaian serta memupuk dosa kecuali menjaga harta warisan,
menjaga keutuhan keluarga, dan kesejahteraan istri, anak dan cucu.
5. Asteya
Asteya berarti tidak mencuri
atau memperkosa milik orang lain seperti angutil,
anumpu, dan abegal. Dalam
silakrama disebutkan sebagai berikut :
"apabila
seorang wiku berjalan jauh dan dalam perjalanan haus dan lapar lalu mengambil
tumbuhan milik orang tanpa bilang hanya sebatas penghilang haus dan lapar maka
ia terlepas dari dosa"
Ini berarti
bahwa siapapun orangnya khususnya pandita diperbolehkan mengambil milik orang
lain ketika ia merasa haus dan lapar dalam perjalanan jauh. Tetapi barang yang
diambil hanya sebatas untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga. Tentu tidak
dibenarkan barang yang diambil melebihi keperluan apalagi sampai dijual. Segala
perbuatan hendaknya tidak didasari oleh sad ripu.
Jadi, segala
keinginan untuk mengambil ataupun memperkosa milik orang lain yang didasari
oleh sad ripu harus dikendalikan.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Sebagai makhluk yang diciptakan
dengan hawa nafsu dan perasaan, kita harus mengendalikan apa saja yang Tuhan
sudah ciptakan dalam diri kita, termasuk emosi. Maka dari itu mengendalikan
diri dari emosi bisa membuat hidup kita jauh lebih baik. Dengan mengendalikan
emosi, kita bisa menjaga sikap dan reputasi kita di mata orang-orang sekitar.
Jadi, jangan lah mudah terpancing emosi. Kendalikanlah diri anda terlebih dahulu
dan berpikir panjang.
SUMBER:
http://andtheem.blogspot.com/2011/07/tips-cara-mengontrol-emosi-pada-diri.html
http://kkgyparadise.blogspot.com/2012/04/pengendalian-diri.html
Jumat, 29 Juni 2012
Wisata di Bandung
BAB I
PENDAHULUAN
1. Alasan Penulisan
Alasan saya menulis makalah ini untuk memenuhi tugas yang di berikan oleh dosen mata kuliah softskill. Selain itu juga di dalam makalah ini saya mengangkat tema “Objek Wisata Bandung” dengan alasan saya ingin memberitahukan kepada para wisatawan bahwa di daerah Jawa Barat tepatnya di Bandung yang sudah tidak asing lagi terdapat banyak objek wisata yang cukup menarik untuk di kunjungi. Untuk mengetahui seberapa menariknya objek wisata tersebut, selanjutnya bisa dibaca di bawah ini.
2. Tujuan Penulisan
Tujuan saya agar dapat mengangkat objek wisata di Bandung menjadi objek wisata yang mempunyai nilai tersendiri yang dapat menarik perhatian pengunjung, dan juga dapat dikenal hingga mancanegara.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Definisi Wisatawan
Hampir setiap lebaran dan beberapa acara keluarga, saya selalu mengunjungi tempat tinggal almarhumah nenek saya yang berada di Bandung. Pertama kali kesana mungkin tidak banyak objek wisata yang saya ketahui. Yang saya tahu pertama di Bandung itu adalah Gedung Sate, ITB, Dago, dan Cihampelas. Tapi setelah saya banyak menanya dan mencari dari berbagai sumber, ternyata banyak sekali objek wisata di Bandung yang sangat menarik. Ya dari semua objek wisata belum semuanya saya kunjungi, tetapi saya yakin pasti objek wisata yang lain tidak kalah menariknya dengan objek wisata yang sudah saya kunjungi sebelumnya.
2. Jenis – Jenis Pariwisata
Tempat-tempat wisata di Bandung Kota:

1. Taman Makam Pahlawan – Cikutra Bandung
2. Museum Geologi – Jl Diponegoro
3. Gedung Sate Bandung (Kantor Gubernur Jawa Barat)
4. Lapangan Gasebu (Gabungan Sepakbola Bandung Utara)
5. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat – Jl. Dipatiukur
6. Kebun Binatang Bandung – Jl. Tamansari
7. Taman Ganesha – Jl. Ganesha
8. Taman Lansia – Jl. Cisangkuy
9. Taman Kantor Pemerintah Kota Bandung
10. Bandung Tempo Doeloe – Jl. Braga
11. Pusat Perbelanjaan Jins – Jl. Cihampelas
12. Pusat Perbelanjaan Pasar Baru – Jl. Otto
13. Pusat Perbelanjaan Kings Plaza – Jl. Kepatihan
14. Pusat Sepatu dan Tas Cibaduyut – Jl. Cibaduyut
15. Pusat Factory Outlet Jalan Riau dan Jalan Dago
16. Monumen Hussein Sastranegara – Jl. Pajajaran
17. Museum Pos Indonesia – Jl. Cisanggarung
18. Taman Kota Bandung – Jl. Merdeka
19. Taman Ade Irma Suryani Nasution (Taman Lalu Lintas) – Jl. Sumatera
20. Museum Mandala Wangsit Siliwangi – Jl. Lembong
21. Museum Konferensi Asia Afrika – Jl. Asia Afrika
22. Alun-alun dan Masjid Agung – Jl. Asia Afrika
23. Museum Sri Baguda – Jl. Lingkar Selatan
24. Monumen Bandung Lautan Api – Jl. M. Toha
25. Taman Tegalega – Astana Anyar
Tempat-tempat wisata di Bandung Utara:
1. Taman Budaya Dago – Dago
2. Curug Dago – Dago
3. Taman Hutan Dago Pakar dan Gua Belanda/Jepang
4. Curug Omas – Taman Wisata Maribaya
5. Monumen Pasir Pahlawan Otto Iskandar Dinata – Lembang
6. Arena Pemancingan Bonita – Lembang
7. Teropong Bintang Bosscha – Lembang
8. Wisata Lembang – Bandung
9. Alam Jalur Alternatif Lembang-Dago
10. Vila Istana Bunga – Cihideung Lembang
11. Taman Hutan Jaya Giri – Lembang
12. Situ Lembang – Lembang
13. Bumi Perkemahan Cikole
14. Kawah Ratu – Gunung Tangkuban Parahu
15. Kawah Upas – Gunung Tangkuban Parahu
16. Kawah Domas – Gunung Tangkuban Parahu
17. Perkebunan Teh Subang – Jawa Barat
18. Pemandian Air Panas Ciater
19. Taman Bunga Cihideung – Jl. Sersan Bajuri
20. Spirit Camp & Sahabat Alam – Jl. Sersan Bajuri
21. Taman Bunga Parongpong
22. Kebun Strawbery Parongpong
23. Curug Cimahi – Cisarua
Tempat-tempat wisata di Bandung Selatan:
1. Wisata Petik Strawbery – Ciwidey
2. Soreang Jalur Utama Bandung-Ciwidey
3. Ciwidey dan Alam Bandung Selatan
4. Jalan Mendaki ke Kawah Putih
5. Kawah Putih Gunung Patuha – Ciwidey
6. Bumi Perkemahan Ranca Upas – Ciwidey
7. Penangkaran Rusa Ranca Upas – Ciwidey
8. Pemandian Air Panas Walini – Ciwidey
9. Kolam Renang Air Panas Cimanggu
10. Perkebunan Teh Rancabali – Ciwidey
11. Telaga/Situ Patengan Ciwidey
12. Perkebunan Teh Gambung – Ciwidey
13. Perkebunan Sayur – Pangalengan
14. Situ Cipanunjang – Pangalengan
15. Situ Cileunca – Pangalengan
16. Kawah Kamojang – Paseh Jawa Barat
Tempat-tempat wisata di Bandung Barat:
1. Leuwi Opat Curug Tilu – Desa Cihanjuang Rahayu Parongpong
2. Monumen Taman R.A. Kartini – Baros Cimahi
3. Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan – Padalarang
4. Perbukitan Karst/Kapur Citatah – Padalarang
5. Lembah Cimeta Citarum Purba – Padalarang
6. Alam Persawahan Padalarang-Cianjur
7. Situs Megalit Gunung Padang (terbesar se-Asia Tenggara)
8. Waduk Ciburuy – Padalarang
9. Waduk/Bendungan Saguling – Jawa Barat
10. Pemandian Air Cipanas – Jawa Barat
11. Gua Pawon – Jawa Barat
12. Gua Sang Hyang Tikoro – Jawa Barat
13. Arung Jeram Citarum
Tempat-tempat wisata di Bandung Timur:
1. Saung Angklung Mang Udjo – Padasuka
2. Padepokan Dayang Sumbi (Budidaya Ulat Sutera) – Arcamanik
3. Warung Bandrek “Warban” Sekejolang – Ciburial
4. Caringin Tilu – Pegunungan Manglayang
5. Oray Tapa – Pegunungan Manglayang
6. Curug Cinulang/Sindulang – Cicalengka
7. Situs Kerajaan Kendan – Nagrek
8. Situs Legenda Ciung Wanara – Karangkamulyan
Tempat-tempat wisata sekitar Bandung:
1. Candi Cangkuang dan Situ Cangkuang – Garut
2. Rumah Adat Kampung Pulo – Garut
3. Situ Bagendit – Garut
4. Kawah Kamojang – Majalaya
5. Wisata Alam Nagrek-Tasik-Banjar-Pangandaran
6. Masjid Agung dan Alun-Alun Ciamis
7. Agrowisata Lembah Putri – Pangandaran
8. Goa Donan – Pangandaran
9. Pantai Karang Nini – Pangandaran
10. Pantai Timur Pangandaran
11. Pantai Barat Pangandaran
12. Cagar Alam Pananjung Pangandaran
13. Pantai Ujung Genteng – Sukabumi
14. Pantai Pelabuhan Ratu – Sukabumi
15. Pantai Cimaja Cikakak – Sukabumi (surfing)
16. Pantai Karang Pakpak – Sukabumi (surfing)
17. Pantai Ombak Tujuh – Sukabumi (surfing)
18. Pondok Halimun – Sukabumi
19. Curug Cibereum – Sukabumi
20. Curug Pareang – Sukabumi
21. Situ Gunung – Sukabumi
22. Curug Cikaso – Sukabumi
23. Air Panas Cisolok – Cipanas
24. Obyek Wisata Cibangban – Jawa Barat
Memang belum semua tempat yang disebutkan diatas sudah saya kunjungi. Mungkin saya akan mencari waktu luang untuk dapat mengunjungi tempat-tempat tersebut.
3. Masalah dan Dampak Pariwisata
Sampai sekarang belum ada masalah signifikan mengenai tempat wisata yang ada di Bandung. Semuanya seperti masalah biaya, keamanan, dan kenyamanan sudah bisa diacungkan dua jempol. Namun masih ada beberapa tempat wisata yang masih sangat kental suasana “tahayul”-nya, yang dimana kita tidak boleh melakukan berbagai hal yang dapat mengganggu “penunggu” disana.
4. Perencanaan Pariwisata
Untuk kedepannya mungkin Pemerintah kota Bandung bisa lebih mempromosikan dan mengasosiasikan tempat wisata yang ada disana, agar tempat wisata di Bandung bisa lebih dikenal banyak orang dan makin ramai dikunjungi.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Jadi, berwisata di Bandung lebih aman dan nyaman karena Bandung sendiri masih menyatu dengan alam. Jadi kita tidak perlu takut akan polusi yang mengganggu lingkungan sekitarnya.
Daftar Pustaka
http://jajangyusup.blogspot.com/2012/02/tempat-wisata-di-bandung-objek-wisata.html
http://ayowisata.wordpress.com/2009/04/02/1001-tempat-wisata-di-bandung/
PENDAHULUAN
1. Alasan Penulisan
Alasan saya menulis makalah ini untuk memenuhi tugas yang di berikan oleh dosen mata kuliah softskill. Selain itu juga di dalam makalah ini saya mengangkat tema “Objek Wisata Bandung” dengan alasan saya ingin memberitahukan kepada para wisatawan bahwa di daerah Jawa Barat tepatnya di Bandung yang sudah tidak asing lagi terdapat banyak objek wisata yang cukup menarik untuk di kunjungi. Untuk mengetahui seberapa menariknya objek wisata tersebut, selanjutnya bisa dibaca di bawah ini.
2. Tujuan Penulisan
Tujuan saya agar dapat mengangkat objek wisata di Bandung menjadi objek wisata yang mempunyai nilai tersendiri yang dapat menarik perhatian pengunjung, dan juga dapat dikenal hingga mancanegara.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Definisi Wisatawan
Hampir setiap lebaran dan beberapa acara keluarga, saya selalu mengunjungi tempat tinggal almarhumah nenek saya yang berada di Bandung. Pertama kali kesana mungkin tidak banyak objek wisata yang saya ketahui. Yang saya tahu pertama di Bandung itu adalah Gedung Sate, ITB, Dago, dan Cihampelas. Tapi setelah saya banyak menanya dan mencari dari berbagai sumber, ternyata banyak sekali objek wisata di Bandung yang sangat menarik. Ya dari semua objek wisata belum semuanya saya kunjungi, tetapi saya yakin pasti objek wisata yang lain tidak kalah menariknya dengan objek wisata yang sudah saya kunjungi sebelumnya.
2. Jenis – Jenis Pariwisata
Tempat-tempat wisata di Bandung Kota:

1. Taman Makam Pahlawan – Cikutra Bandung
2. Museum Geologi – Jl Diponegoro
3. Gedung Sate Bandung (Kantor Gubernur Jawa Barat)
4. Lapangan Gasebu (Gabungan Sepakbola Bandung Utara)
5. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat – Jl. Dipatiukur
6. Kebun Binatang Bandung – Jl. Tamansari
7. Taman Ganesha – Jl. Ganesha
8. Taman Lansia – Jl. Cisangkuy
9. Taman Kantor Pemerintah Kota Bandung
10. Bandung Tempo Doeloe – Jl. Braga
11. Pusat Perbelanjaan Jins – Jl. Cihampelas
12. Pusat Perbelanjaan Pasar Baru – Jl. Otto
13. Pusat Perbelanjaan Kings Plaza – Jl. Kepatihan
14. Pusat Sepatu dan Tas Cibaduyut – Jl. Cibaduyut
15. Pusat Factory Outlet Jalan Riau dan Jalan Dago
16. Monumen Hussein Sastranegara – Jl. Pajajaran
17. Museum Pos Indonesia – Jl. Cisanggarung
18. Taman Kota Bandung – Jl. Merdeka
19. Taman Ade Irma Suryani Nasution (Taman Lalu Lintas) – Jl. Sumatera
20. Museum Mandala Wangsit Siliwangi – Jl. Lembong
21. Museum Konferensi Asia Afrika – Jl. Asia Afrika
22. Alun-alun dan Masjid Agung – Jl. Asia Afrika
23. Museum Sri Baguda – Jl. Lingkar Selatan
24. Monumen Bandung Lautan Api – Jl. M. Toha
25. Taman Tegalega – Astana Anyar
Tempat-tempat wisata di Bandung Utara:
1. Taman Budaya Dago – Dago
2. Curug Dago – Dago
3. Taman Hutan Dago Pakar dan Gua Belanda/Jepang
4. Curug Omas – Taman Wisata Maribaya
5. Monumen Pasir Pahlawan Otto Iskandar Dinata – Lembang
6. Arena Pemancingan Bonita – Lembang
7. Teropong Bintang Bosscha – Lembang
8. Wisata Lembang – Bandung
9. Alam Jalur Alternatif Lembang-Dago
10. Vila Istana Bunga – Cihideung Lembang
11. Taman Hutan Jaya Giri – Lembang
12. Situ Lembang – Lembang
13. Bumi Perkemahan Cikole
14. Kawah Ratu – Gunung Tangkuban Parahu
15. Kawah Upas – Gunung Tangkuban Parahu
16. Kawah Domas – Gunung Tangkuban Parahu
17. Perkebunan Teh Subang – Jawa Barat
18. Pemandian Air Panas Ciater
19. Taman Bunga Cihideung – Jl. Sersan Bajuri
20. Spirit Camp & Sahabat Alam – Jl. Sersan Bajuri
21. Taman Bunga Parongpong
22. Kebun Strawbery Parongpong
23. Curug Cimahi – Cisarua
Tempat-tempat wisata di Bandung Selatan:
1. Wisata Petik Strawbery – Ciwidey
2. Soreang Jalur Utama Bandung-Ciwidey
3. Ciwidey dan Alam Bandung Selatan
4. Jalan Mendaki ke Kawah Putih
5. Kawah Putih Gunung Patuha – Ciwidey
6. Bumi Perkemahan Ranca Upas – Ciwidey
7. Penangkaran Rusa Ranca Upas – Ciwidey
8. Pemandian Air Panas Walini – Ciwidey
9. Kolam Renang Air Panas Cimanggu
10. Perkebunan Teh Rancabali – Ciwidey
11. Telaga/Situ Patengan Ciwidey
12. Perkebunan Teh Gambung – Ciwidey
13. Perkebunan Sayur – Pangalengan
14. Situ Cipanunjang – Pangalengan
15. Situ Cileunca – Pangalengan
16. Kawah Kamojang – Paseh Jawa Barat
Tempat-tempat wisata di Bandung Barat:
1. Leuwi Opat Curug Tilu – Desa Cihanjuang Rahayu Parongpong
2. Monumen Taman R.A. Kartini – Baros Cimahi
3. Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan – Padalarang
4. Perbukitan Karst/Kapur Citatah – Padalarang
5. Lembah Cimeta Citarum Purba – Padalarang
6. Alam Persawahan Padalarang-Cianjur
7. Situs Megalit Gunung Padang (terbesar se-Asia Tenggara)
8. Waduk Ciburuy – Padalarang
9. Waduk/Bendungan Saguling – Jawa Barat
10. Pemandian Air Cipanas – Jawa Barat
11. Gua Pawon – Jawa Barat
12. Gua Sang Hyang Tikoro – Jawa Barat
13. Arung Jeram Citarum
Tempat-tempat wisata di Bandung Timur:
1. Saung Angklung Mang Udjo – Padasuka
2. Padepokan Dayang Sumbi (Budidaya Ulat Sutera) – Arcamanik
3. Warung Bandrek “Warban” Sekejolang – Ciburial
4. Caringin Tilu – Pegunungan Manglayang
5. Oray Tapa – Pegunungan Manglayang
6. Curug Cinulang/Sindulang – Cicalengka
7. Situs Kerajaan Kendan – Nagrek
8. Situs Legenda Ciung Wanara – Karangkamulyan
Tempat-tempat wisata sekitar Bandung:
1. Candi Cangkuang dan Situ Cangkuang – Garut
2. Rumah Adat Kampung Pulo – Garut
3. Situ Bagendit – Garut
4. Kawah Kamojang – Majalaya
5. Wisata Alam Nagrek-Tasik-Banjar-Pangandaran
6. Masjid Agung dan Alun-Alun Ciamis
7. Agrowisata Lembah Putri – Pangandaran
8. Goa Donan – Pangandaran
9. Pantai Karang Nini – Pangandaran
10. Pantai Timur Pangandaran
11. Pantai Barat Pangandaran
12. Cagar Alam Pananjung Pangandaran
13. Pantai Ujung Genteng – Sukabumi
14. Pantai Pelabuhan Ratu – Sukabumi
15. Pantai Cimaja Cikakak – Sukabumi (surfing)
16. Pantai Karang Pakpak – Sukabumi (surfing)
17. Pantai Ombak Tujuh – Sukabumi (surfing)
18. Pondok Halimun – Sukabumi
19. Curug Cibereum – Sukabumi
20. Curug Pareang – Sukabumi
21. Situ Gunung – Sukabumi
22. Curug Cikaso – Sukabumi
23. Air Panas Cisolok – Cipanas
24. Obyek Wisata Cibangban – Jawa Barat
Memang belum semua tempat yang disebutkan diatas sudah saya kunjungi. Mungkin saya akan mencari waktu luang untuk dapat mengunjungi tempat-tempat tersebut.
3. Masalah dan Dampak Pariwisata
Sampai sekarang belum ada masalah signifikan mengenai tempat wisata yang ada di Bandung. Semuanya seperti masalah biaya, keamanan, dan kenyamanan sudah bisa diacungkan dua jempol. Namun masih ada beberapa tempat wisata yang masih sangat kental suasana “tahayul”-nya, yang dimana kita tidak boleh melakukan berbagai hal yang dapat mengganggu “penunggu” disana.
4. Perencanaan Pariwisata
Untuk kedepannya mungkin Pemerintah kota Bandung bisa lebih mempromosikan dan mengasosiasikan tempat wisata yang ada disana, agar tempat wisata di Bandung bisa lebih dikenal banyak orang dan makin ramai dikunjungi.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Jadi, berwisata di Bandung lebih aman dan nyaman karena Bandung sendiri masih menyatu dengan alam. Jadi kita tidak perlu takut akan polusi yang mengganggu lingkungan sekitarnya.
Daftar Pustaka
http://jajangyusup.blogspot.com/2012/02/tempat-wisata-di-bandung-objek-wisata.html
http://ayowisata.wordpress.com/2009/04/02/1001-tempat-wisata-di-bandung/
Nama: Danu Dwikarya
NPM: 11611741
Kelas: 1SA02
Kamis, 01 Desember 2011
SoftSkill

- Tentang Danu Football Jersey
Danu Football Jersey adalah sebuah brand jersey lokal ternama kualitas original yang berasal dari Depok, Indonesia. Brand ini dibangun pada tahun 2008 dan mulai berkembang pada tahun 2010. Brand ini membuat beberapa jersey klub-klub bola dengan kualitas yang hampir mirip seperti original, tapi tetap dengan harga yang sangat terjangkau. Sampai saat ini, Danu Football Jersey tidak hanya menjual jersey-jersey bola, tetapi brand ini juga menjual beberapa aksesoris sepakbola seperti jaket, celana, kaos kaki, t-shirt, wristband, dll.
- List-list produk Danu Football Jersey
Inilah beberapa jersey klub yang bisa anda dapatkan di Danu Football Jersey:
• Arsenal
• Aston Villa
• Chelsea
• Everton
• Fulham
• Liverpool
• Manchester City
• Manchester United
• Newcastle United
• Tottenham Hotspur
• Atletico Madrid
• Barcelona
• Real Madrid
• Villareal
• AC Milan
• AS Roma
• Juventus
• Inter Milan
• Napoli
• Bayern Munchen
• Dortmund
• Hamburg
• Schalke 04
• Werder Bremen
• Wolfsburg
• Lyon
• Marseille
• Paris Saint-Germain
• Ajax
• Benfica
• Celtic
• Porto
• New York Red Bulls
• Rangers
• Sporting Lisbon
• Persija Jakarta
• Arema Indonesia
• Persipura Jayapura
• Sriwijaya FC
• Persib Bandung
• Argentina
• Brazil
• Inggris
• Indonesia
• Jerman
• Prancis
• Meksiko
• Spanyol





- Harga
Jersey Lengan pendek: Rp 190.000,-
+Nomor dan nama Punggung Pemain: Rp 220.000,-
+Nomor dan nama Punggung nama sendiri: Rp 255.000,-
Jersey Lengan panjang: Rp 210.000,-
+Nomor dan nama Punggung Pemain: Rp 240.000,-
+Nomor dan nama Punggung nama sendiri: 275.000,-
Celana: Rp 120.000,- (penambahan nomor pemain tidak dikenakan biaya tambahan)
Jaket: Rp 250.000,-
T-shirt: Rp 85.000,-
- Contact Us!
Danu: (021)7453792
Kunjungi toko kami !
Jl. Raya Citayam No. 7
Kamis, 17 November 2011
Punk
Punk
Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.
Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun kadang-kadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.
Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.
Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.
Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.
- Gaya Hidup dan Ideologi
Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).
Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.
Akibatnya punk dicap sebagai musik rock and roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.
Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.
- Punk dan Anarkisme
Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.
Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.
Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.
Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).
Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.
- Punk di Indonesia
Berbekal etika DIY, beberapa komunitas punk di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Malang merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebut distro.
CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi's, Adidas, Nike, Calvin Klein, dan barang bermerek luar negeri lainnya.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Punk
Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.
Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun kadang-kadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.
Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.
Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.
Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.
- Gaya Hidup dan Ideologi
Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).
Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.
Akibatnya punk dicap sebagai musik rock and roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.
Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.
- Punk dan Anarkisme
Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.
Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.
Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.
Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).
Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.
- Punk di Indonesia
Berbekal etika DIY, beberapa komunitas punk di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Malang merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebut distro.
CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi's, Adidas, Nike, Calvin Klein, dan barang bermerek luar negeri lainnya.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Punk
Langganan:
Postingan (Atom)




